Sabtu, 28 Februari 2009

Endless Flow


Coba cari daerah terendah dan tertinggi..

Children What they Live With

Dari Lingkungan Hidupnya......
Anak-Anak Belajar
Jika anak banyak dicela,
ia akan terbiasa menyalahkan.
Jika anak banyak dimusuhi,
ia akan terbiasa menentang.
Jika anak dihantui ketakutan,
ia akan terbiasa merasa cemas.
Jika anak banyak dikasihani,
ia akan terbiasa meratapi nasibnya.
Jika anak dikelilingi olok-olok,
ia akan terbiasa menjadi pemalu.
Jika anak dikitari rasa iri,
ia akan terbiasa merasa bersalah.
Jika anak serba dimengerti,
ia akan terbiasa menjadi penyabar.
Jika anak banyak diberi dorongan,
ia akan terbiasa percaya diri.
Jika anak banyak dipuji
ia akan terbiasa menghargai.
Jika anak diterima oleh lingkungannya,
ia akan terbiasa menyayangi.
Jika anak tidak banyak dipersalahkan,
ia akan terbiasa senang menjadi idirinya sendiri.
Jika anak mendapatkan pengakuan dari kiri-kanannya,
ia akan terbiasa menentapkan arah langkahnya.
Jika anak diperlakukan dengan jujur,
ia akan terbiasa melihat kebenaran.
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah,
ia akan terbiasa melihat keadilan.
Jika anak mengenyam rasa aman,
ia akan terbiasa mengandalkan diri dan mempercayai orang sekitarnya.
Jika anak dikerumuni keramahan,
ia akan terbiasa berpendirian "Sungguh indah dunia ini".
"......Bagaimanakah anak Anda ?"

Gaji Papa Berapa...?

Gaji Papa Berapa..??

Membeli kebahagiaan dengan "segepok uang", cukupkah ????
Gaji Papa Berapa?

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga
ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga,
Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-.
Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.

Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur.
Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,
sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi..
Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.
"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak.

Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya,
"Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi.
Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek.
Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis.
"Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. I
a pun menengok Sarah di kamar tidurnya.
Anak kesayangannya itu belum tidur.
Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,
Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah.
Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ?
Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. "

Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam.
Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja.
Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa.
Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi..
karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,-
maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-.
Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000,
makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.
Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini,
tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"

...Nice story...money is important but certainly not everything.. .

Kamis, 19 Februari 2009

Toshiba Soldering Contest ( July 2005 )


Ini foto Heru Kusworo pada saat mengikutidi Japan Toshiba Soldering Contest 2005

Jumat, 19 September 2008

Gandum obat hipertensi

Biasanya gandum digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan roti, cake, biskuit, pastri, dan sereal sarapan. Selain kaya akan karbohidrat dan protein, dalam setiap 100 gram gandum terkandung 3,1 mg zat besi dan 36 mg kalsium yang bermanfaat, antara lain dapat menyembuhkan penyakit jantung koroner dan darah tinggi.

Food and Drug Administration, badan yang mengawasi makanan dan obat-obatan di Amerika, pada tahun 1999 mengumumkan fakta baru tentang manfaat gandum. Gandum memiliki khasiat bagi kesehatan jantung. Menurut penelitian terakhir, gandum dapat menurunkan tingginya tekanan darah. Hasil penelitian itu dimuat oleh American Journal of Clinical Nutrition tahun lalu.

Menurut dr Prapti Utami, seorang herbalis, konsultan dan penulis buku Terapi dengan Tanaman Obat, gandum memiliki kandungan serat yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit jantung koroner. “Oatmeal memiliki serat alami yang daya serap air paling baik. Ia mengandung folic acid yang dapat mengurangi dan menyembuhkan penyakit jantung koroner. Oatmeal didapat dari biji gandum yang telah diolah. Biji gandum terdiri atas dua bagian. Bagian luar, sekam dan biji bagian dalam, yakni groat,” terangnya.

Selain itu, oat bran yang didapat dari lapisan terluar oat groat menjadi sumber terbaik serat yang dapat dicerna (soluble fibre). Serat pada oat bran dapat mengikat kolesterol dan mengeluarkannya dari tubuh. Peran inilah yang bisa membuat turunnya kolesterol dalam darah. Orang yang menderita obesitas bisa mengombinasikan oat dengan makanan rendah kolesterol dan lemak. Oat juga baik dikonsumsi oleh orang yang mengidap diabetes.

Berdasarkan penelitian, gandum mengandung berbagai senyawa fitokimia, yakni senyawa dalam tanaman kimia dalam tanaman yang mempunyai pengaruh positif bagi kesehatan.

Ada beberapa senyawa fitokimia, yakni lignan. Estrogen tanaman (fitoestrogen) mampu menekan risiko penyakit jantung koroner dan telah terbukti bisa menekan pertumbuhan sel kanker pada binatang percobaan. Asam fitat pun dapat mengurangi kadar gula dalam bahan pangan yang sangat penting bagi penderita diabetes serta memberikan efek perlindungan terhadap risiko perkembangan sel kanker kolon (usus besar).

Senyawa yang lain adalah saponin, fitosterol, squalen, orisanol, dan tokotrienol yang mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sementara senyawa fenol berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat ion-ion radikal bebas sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.

Meski memiliki banyak senyawa fitokimia, gandum merupakan makanan yang aman dari zat adiktif. “Kebanyakan produk oatmeal tidak mengandung bahan adiktif apa pun. Bahkan tidak ada bahan pengawet maupun pewarna pada mayoritas produk oatmeal” katanya.

Menurut penelitian, 50 persen perempuan berusia lebih dari 20 tahun lalu memenuhi kebutuhan nutrisi esensial macam kalsium, folic acid, vitamin B6, vitamin A dan E, serta zat besi. Dengan mengonsumsi gandum, kebutuhan nutrisi tersebut bisa terpenuhi. Produk gandum tersebut bisa terpenuhi. Produk gandum khusus perempuan berbentuk sereal. Di dalamnya, terdapat vitamin A, D, kalsium yang berguna bagi kesehatan tulang, dan penambah energi berupa zat besi dan vitamin B, serta folic acid dan vitamin E.

Cara termudah untuk menyiapkan steel cut oats ialah dengan merendamnya semalaman. Sebelum tidur, didihkan 4 gelas air dalam panci dan tambahan satu gelas oatmeal. Aduk hingga benar-benar larut dan matikan apinya. Biarkan oatmeal dalam panci tertutup hingga pagi. Ketika akan disajikan, panaskan kembali oatmeal agar hangat. Anda juga bisa memanfaatkan food processor untuk menyiapkan gandum. Pisau-pisau di dalam food processor akan mengiris gandum.

Atau bisa juga bisa dimasak dengan microwave. Campurkan setengah gelas steel cut oat dengan dua gelas air di dalam mangkuk yang bisa menampung delapan gelas air. Tutup mangkuknya dengan plastik pembungkus lalu masukkan ke dalam microwave. Panaskan selama lima menit. Aduk rata dan hangatkan kembali dalam microwave selama lima menit. (okezone)

Hipertensi 3

Hipertensi
TPGIMAGES');" border="0" width="70" height="52" hspace="2">TPGIMAGES');" border="0" width="70" height="52" hspace="2">TPGIMAGES');" border="0" width="70" height="52" hspace="2">TPGIMAGES');" border="0" width="70" height="52" hspace="2">
Rabu, 2 Juli 2008 | 18:49 WIB

JAKARTA, RABU- Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gangguan ginjal, merusak kerja mata, menimbulkan kelainan atau gangguan kerja otak, sehingga dapat menghambat pemanfaatan kemampuan intelijensia secara optimal. Padahal, hipertensi sebenarnya bisa dicegah jika faktor risikonya dapat dikendalikan dengan memodifikasi gaya hidup.

“Salah satu cara mencegah hipertensi adalah mengurangi asupan garam,” kata ahli jantung dr A Sari S Mumpuni SpJP dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, dalam seminar sehari bertema “Pengendalian Hipertensi Berhubungan dengan Stres dan Intelijensia untuk Hidup Meningkatkan Produktivitas”, Rabu (2/7), di Gedung Serbaguna Departemen Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain mengurangi asupan garam, pencegahan hipertensi juga bisa dilakukan dengan memperbanyak konsumsi makanan berserat seperti buah-buahan dan sayuran, menghindari konsumsi alkohol secara berlebihan. “Kegemukan atau obesitas juga meningkatkan risiko terkena serangan hipertensi. Karena itu, jaga berat badan seimbang, sebaiknya disertai berolah raga secara rutin dan menjaga asupan makanan bergizi seimbang,” ujarnya menambahkan.

Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, data pola penyebab kematian umum di Indonesia, penyakit jantung dan pembuluh darah dianggap sebagai penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Gangguan jantung dan pembuluh darah sering berawal dari hipertensi. “Tekanan darah tinggi bisa dicegah jika faktor risikonya dikendalikan dengan mendorong kemandirian rakyat untuk hidup sehat,” kata Sekretaris Jenderal Depkes Sjafii Ahmad.

“Deteksi dini bagi mereka yang belum teridentifikasi dan kepatuhan minum obat bagi yang sudah terkena hipertensi adalah kunci pengendalian hipertensi,” kata Sjafii menambahkan. Agar anggota masyarakat dapat menjaga diri dari hipertensi, faktor risiko perlu dikendalikan. Salah satunya, dengan mengendalikan stres yang berdampak besar pada penurunan tekanan darah.

Dari pemeriksaan kesehatan terhadap 500 pegawai Depkes, terdeteksi bahwa 99 orang menderita hipertensi. Prevalensinya di Indonesia diperkirakan mencapai 17-21 persen dari populasi, dan kebanyakan tidak terdeteksi karena manusia dapat mengalami gangguan hipertensi tanpa merasakan gangguan atau gejalanya. Menurut Badan Kesehatan Dunia, dari 50 persen penderita hipertensi yang terdeteksi, hanya 25 persen yang mendapat pengobatan, dan Cuma 12,5 persen dapat diobati dengan baik.

Sari menjelaskan, sekitar 90 persen atau lebih penderita hipertensi tidak diketahui penyebabnya. Jadi, hipertensi merupakan penyakit primer. Sedangkan sisanya 10 persen atau kurang adalah penderita hipertensi yang disebabkan penyakit lain seperti penyakit ginjal dan beberapa gangguan kelenjar endokrin tubuh. Keadaan ini disebut hipertensi sekunder. “Menurut Joint National Committee on Hypertension (JNC0, normalnya, tekanan darah sistolik kurang dari 120 mm Hg dan diastolik kurang dari 80 mm Hg,” ujarnya menegaskan.

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan masalah besar tidak hanya di negara arat tapi juga di Indonesia. Bila tidak diatasi, tekanan darah tinggi akan mengakibatkan jantung bekerja keras hingga pada suatu saat akan terjadi kerusakan yang serius. Pada jantung otot jantung akan menebal (hipertrofi) dan mengakibatkan fungsinya sebagai pompa menjadi terganggu, selanjutnya jantung akan dilatasi dan kemampuan kontraksinya berkurang. Selain pada jantung, tekanan darah tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pembuluh darah pada otak, mata (retinopati) dan/atau ginjal (gagal ginjal). Sebagian besar kasus hipertensi tidak ada terapi definitif, tapi dapat di kontrol dengan pola hidup sehat dan medikasi.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko untuk terjadinya serangan jantung (infark miokard akut) gagal jantung dan stroke. Di negara barat, pasien yang mengalami serangan jantung setengahnya mengidap hipertensi dan pasien yang mengalami stroke dua pertiganya juga mengidap hipertensi.

Menurut AHA (American Heart Association) di Amerika, Tekanan darah tinggi ditemukan satu dari setiap tiga orang atau 65 juta orang dan 28% atau 59 juta orang mengidap prehipertensi. Semua orang yang mengidap hipertensi hanya satu pertiganya yang mengetahui keadaannya dan hanya 61% medikasi. Dari penderita yang mendapat mendapat medikasi hanya satu-pertiga mencapai target darah yang optimal/normal. Di Indonesia belum ada data nasional namun, pada studi MONICA 2000 di daerah perkotaan Jakarta dan FKUI 2000-2003 di daerah Lido pedesaan kecamatan Cijeruk memperlihatkan kasus hipertensi derajat II (berdasarkan JNC VII) masing 20,9% dan 16,9%. Hanya sebagian kecil yang menjalani pengobatan masing-masing 13.3% dan 4,2%. Jadi di Indonesia masih sedikit sekali yang menjalani pengobatan.

Pada populasi umum kejadian tekanan darah tinggi tidak terdistribusi secara merata. Hingga usia 55 tahun lebih banyak ditemukan pada pria. Namun setelah terjadi menopause (biasanya setelah usia 50 tahun), tekanan darah pada wanita meningkat terus, hingga usia 75 tahun tekanan darah tinggi lebih banyak ditemukan pada wanita dari pada pria.

Penyebab tekanan darah tinggi sebagian besar diketahui, namun peniliti telah membuktikan bahwa tekanan darah tinggi berhubungan dengan resistensi insulin dan/ atau peningkatan kadar insulin (hiperinsulinemia). Keduanya tekanan darah tinggi dan resistensi insulin merupakan karakteristik dari sindroma metabolik , kelompok abnormalitas yang terdiri dari obesitas, peningkatan trigliserid, dan HDL rendah (kolesterol baik).

Peneliti juga telah mengidentifikasi selusin gen yang mempunyai kontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Walaupun sepertinya hipertensi merupakan penyakit keturunan, namun hubungannya tidak sederhana. Hipertensi merupakan hasil dari interaksi gen yang beragam, sehingga tidak ada tes genetik yang dapat mengidentifikasi orang yang berisiko untuk terjadi hipertensi secara konsisten.

Apapun penyebabnya, tekanan darah tinggi mempunyai dampak yang besar di masyarakat. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko mayor untuk serangan jatuh, stroke, dan gagal jantung. AHA melaporkan, 69% dari penderita serangan jantung, 77% dari penderita stroke dan 74% dari penderita gagal jantung mengiap hipertensi.

Hipertensi memang dapat mengakibatkan kejadian dengan konsekwensi yang serius, namun hipertensi dapat di diagnosa dengan mudah dan di kendalikan dengan modifikasi pola hidup sehat dan medikasi. Jadi penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara periodik dan bila ternyata menderita hipertensi penting untuk mencari bantuan dan mengikuti penatalaksanaan yang diberikan oleh dokter. Bila hipertensi dibiarkan tanpa pengobatan maka tekanan darahnya akan terus meningkat secara bertahap mengakibatkan beban kerja jantung yang berlebihan. Beban kerja jantung yang berlebihan akan suatu saat mengakibatkan kerusakan serius pada pembuluh darah dan organ seperti jantung, ginjal, mata dan otak.

Pasien hipertensi mempunyai risiko yang meningkat untuk terjadinya :

  • Penyakit jantung (gagal Jantung, kematian mendadak, kardiomiopati) dan aritmia.
  • Stroke
  • Penyakit Jantung koroner
  • Aneurisma Aorta ( kelemahan dinding aorta yang mengakibatkan dilatasi hingga 1,5 kali lebih besar dan berisiko untuk ruptur), sering mengakibatkan kematian mendadak.
  • Gagal Ginjal.
  • Retinopati (penyakit mata yang mengakibatkan kebutaan)
Risiko untuk terjadi satu atau lebih dari kondisi diatas, meningkat sebanding dengan peningkatan tekanan darahnya. Pembagian tekanan darah dilakukan untuk membantu pengertian dokter dan pasiennya mengenai bahaya yang berhubungan dengan hipertensi. Kategori dibawah ini berlaku untuk orang dewasa yang pada saat pemeriksaan tidak minum obat untuk tekanan darah tinggi.
Derajat
Tekanan sistolik ( mmhg)
Tekanan diastolik
Normal *
< 120
dan < 80 mmhg
Prehipertensi**
120 -139
atau 80 -89 mmhg
1
140 - 159
atau 90 -99
2
> 160
atau > 100
Sumber: JNC VII

* batas optimal untuk risiko penyakit kardiovaskuler. Namun tekanan darah yang terlalu rendah (dibawah 90/60) juga dapat mengakibatkan masalah jantung dan membutuhkan bantuan dokter.

** prehipertensi merupakan keadaan dimana tidak memerlukan medikasi namun termasul pada kelompok yang berisiko tinggi untuk menjadi hipertensi , penyakit jantung koroner dan stroke. Individu dengan prehipertensi tidak memerlukan medikasi, tapi dianjurkan untuk melakukan modifikasi hidup sehat yan penting mencegah peningkatan tekanan darahnya. Modifikasi pola hidup sehat adalah penurunan berat badan, diet, olahraga, mengurangi asupan garam, berhenti merokok dan membatasi minum alkohol.

1 Tanggapan untuk “Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)”

  1. Denny Anggoro Prakoso menulis:

    Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronik yang memiliki morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. Morbiditas (angka kesakitan) terutama timbul ketika pasien merasakan dan menampakkan gejala klinis seperti nyeri kepala (ringan, sedang atau berat), leher terasa kaku, nggliyer (kepala terasa ringan), mudah emosi, dll. Perasaan tersebut akan sangat mengganggu terutama pada pasien yang harus bekerja/memiliki aktifitas yang tinggi. rasa ini juga akan sering muncul/kumat-kumatan karena penyakit darah tinggi merupakan penyakit jangka panjang. Orang yang mengalami hipertensi juga akan mengalami sedikit perasaan depresi, kadang-kadang cemas memikirkan penyakitnya yang pada akhirnya juga akan berefek secara tidak langsung dengan penyakit hipertensi yang dideritanya. Mortalitas yang tinggi karena hipertensi terutama diakibatkan komplikasi yang timbul akibat tidak terkontrolnya tekanan darah. Komplikasi tersebut antara lain yang paling menakutkan adalah stroke. karena stroke sifatnya mendadak, dan bisa mengakibatkan kematian yang mendadak pula. Stroke akibat hipertensi biasanya stroke yang termasuk jenis stroke perdarahan, dimana pembuluh darah yang berada dalam otak pecah akibat tekanan darah tinggi yang kronik mengakibatkan dinding pembuluh darah berubah menjadi kurang lentur sehingga mudah mengalami robek jika terdapat perubahan tekanan darah. komplikasi lain yang timbul antara lain dapat menyebabkan gagal jantung (Decompensasio Cordis) {biasanya dalam pemeriksaan tampak jantung yang membengkak (akibat melawan tekanan darah tinggi pada pmebuluh darah sistemik), kemudian secara klinis timbul bengkak pada kedua kaki (pada tahap awal), sesak nafas, perut membesar (tahap lanjut) }. Gagal ginjal {Ginjal mengalami kerusakan sehingga tidak mampu untuk menyaring darah}, dll. Mengingat akan tingginya morbiditas dan mortalitas dan menimbang tentang perjalan kronis (Jangka panjang) dari penyakit darah tinggi ini maka untuk mengurangi atau mencegah komplikasi maka penderita yang sudah mengalami hipertensi untuk secara rutin dan teratur memeriksakan kondisi tekanan darahnya. Apabila tekanan darah tinggi yang diderita memerlukan pengobatan maka obat yang diminum harus diminum secara teratur sesuai dengan derajat tekanan darahnya. Perubahan gaya hidup yang kurang sehat harus dihindari (merokok) dan pola makan (diet rendah garam) harus selalu dijaga, serta olahraga yang teratur akan bisa menjaga kondisi tekanan darahnya. Harus selalu diingat bahwa hipertensi hampir selalu memerlukan manajemen/pengobatan jangka panjang maka diperlukan kesadaran yang tinggi dari tiap-tiap individu dalam memanage diri untuk mencapai hidup yang optimal (dengan terkontrolnya tekanan darah).